TENTANG KAMI

KERANGKA ACUAN UMUM ORGANISASI DAN PROGRAM

YAYASAN PENCINTA DANAU TOBA

(LAKE TOBA HERITAGE FOUNDATION)

MASA BAKTI 2014 – 2019

 

1.Pengantar

Danau Toba yang dikenal luas sebagai danau kaldera terbesar dunia merupakan wilayah yang eksotis, memiliki keindahan dan menyimpan potensi ekonomi yang besar. Kawasan Danau Toba telah menyatu dan menjadi penopang kehidupan masyarakat Batak dengan berbagai subetniknya dan warga masyarakat lainnya yang mendiami kawasan ini. Kawasan Danau Toba yang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh pegunungan merupakan wilayah yang beriklim sejuk dan memiliki keindahan yang luar biasa.

Namun demikian dalam kurun waktu akhir-akhir ini, khususnya sejak tahun 1990-an, pada umumnya dirasakan adanya penurunan kualitas dan suasana keindahan kawasan Danau Toba. Untuk itu pada tahun 1995, dengan momentum semangat 50 tahun kemerdekaan Indonesia, atas prakarsa alm. Prof.Dr. Midian Sirait dan didukung oleh tokoh-tokoh kawasan Danau Toba di Jakarta, Pemerintah Daerah Sumatera Utara Mayjen TNI Raja Inal Siregar, dan Menteri Lingkungan Hidup RI saat itu, Ir. Sarwono Kusumaatmaja, didirikanlah Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba (YPPDT). Nama yayasan ini kemudian diubah sedikit menjadi Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) tanpa mengurangi makna dan sejarahnya dengan sebutan bahasa Inggris tetap : Lake Toba Heritage Foundation.

2.Visi :

“Kawasan Danau Toba Menjadi Kota Berkat Di Atas Bukit”

( The Lake Toba Area Will Become The Paradise City On The Hill ).

3.Misi :

Berperan Aktif Sebagai Partner Strategis Pemerintah Dan Stakeholders Lainnya Untuk Memastikan Terlaksananya Implementasi Rancangan Pengembangan Kawasan Danau Toba, Sebagai Kawasan Adat Dan Budaya Batak, Sehingga Berkontribusi Lebih Baik Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Bangsa Dan Negara.

(Involve Actively As Strategic Partner Of Government And Other Stakeholders To Ensure Implementation Of Programms Development Of Lake Toba Region, As An Area Of Batak Culture As Well As Customs and Traditions, Then Expecting To Contribute More And Better Of Welfare For Society And Nation State).

4.Tujuan YPDT adalah :

  1. Wadah partisipasi masyarakat luas (lokal, nasional dan internasional) dalam pelestarian Danau Toba dan ekosistemnya.
  2. Menghimpun pemikiran, sumber daya dan dana bagi usaha-usaha pelestarian Danau Toba dengan seluruh kekayaan dan warisannya.

5.Sasaran YPDT

Dalam menjalankan kegiatan yayasan untuk mencapai tujuan pelestarian Danau Toba dan ekosistemnya, dapat dicapai melalui lima sasaran pokok yaitu:

  1. Melestarikan kuantitas air Danau Toba dengan menjaga tinggi permukaan danau pada kisaran 904 – 905 meter di atas permukaan laut (dpl).
  2. Melestarikan kualitas air Danau Toba sehingga tetap dapat dipergunakan bagi kehidupan masyarakat, sebagai sumber air minum, sumber energi dan sebagainya.
  3. Melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Danau Toba.
  4. Mengelola kawasan Danau Toba dengan seluruh potensinya       untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
  5. Mengembangkan kebudayaan masyarakat termasuk seni, ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang pelestarian kawasan Danau Toba dan ekosistemnya.

Tujuan dan sasaran yang hendak dicapai tersebut saat ini masih relevan dan bahkan mendesak untuk dapat digerakkan agar usaha-usaha pelestarian kawasan Danau Toba dapat semakin baik. Disamping itu, sesungguhnya semangat dan kepedulian masyarakat lokal, nasional bahkan internasional terhadap Danau Toba tetap ada.

6.Reorganisasi dan Revitalisasi

Berangkat dari pemikiran diatas dan realitas kegiatan efektif YPDT saat ini,   Dewan Pembina (Pembina) sepakat untuk melakukan reorganisasi dan revitalisasi YPDT dengan seluruh personel dan perangkat kelembagaannya. Kedua Pembina sepakat untuk mengaktifkan seluruh potensi kegiatan sebagai kontribusi nyata usaha pelestarian dan pengembangan Kawasan Danau Toba.

Reorganisasi dan revitalisasi YPDT tetap memegang semangat kebersamaan semua unsur kawasan Danau Toba, terbuka dan bersifat sukarela. Namun kepengurusan harian sebagai inti awal reorganisasi dan revitalisasi akan menekankan pada kesediaan person yang peduli dan memiliki sumber daya baik dana, waktu dan pemikiran yang cukup agar kegiatan dan usaha YPDT dapat berjalan. Pengurus inti YPDT yaitu unsur Tim Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum sebagai pengurus harian harus solid, kompak dan relatif kecil agar dapat bergerak dinamis.

7.Program Umum dan Kegiatan Jangka Pendek 2014-2015

Dalam jangka pendek ini agar segera setelah kegiatan reorganisasi selesai, yayasan bergerak untuk mendorong kegiatan-kegiatan praktis. Program-program umum dan jangka pendek akan fokus pada upaya : Konsolidasi organisasi, Promosi (pengenalan kembali) yayasan ke berbagai pihak dan kegiatan praktis di masyarakat. Dalam hal kegaiatan praktis ini pada minggu ketiga atau akhir Januari 2015, kita kan mengadakan bakti sosial, wisata bersama pulang kampung dan program Clean Lake Toba (Gerakan Danau Toba Bersih) bersama seribuan pelajar dan pramuka kawasan Danau Toba.

Program umum dan kegiatan ke depan dengan tema utama: “Lake Toba , Go Green : 100 Tahun Pembangunan Kawasan Danau Toba Menuju Kota Hijau Di atas Bukit dan Terberkati – (Green and Blessed City on the Hill) Untuk Kesejahteraan Rakyat” antara lain meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Reorganisasi kepengurusan lengkap YPDT dan mengesahkannya ke akte Notaris dan Menteri Hukum dan HAM RI.
  2. Mengadakan pengukuhan kepengurusan lengkap dengan didahului penyelenggaraan diskusi / semintar tentang tata ruang kawasan Danau Toba, sesuai dengan rencana Perpres Tata Ruang Khusus Kawasan Danau Toba, yang telah ada saat ini. Diharapkan diskusi ini akan melibatkan Menteri Agraria dan tata Ruang (ATR) / Kepala BPN, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  3. Mengembangkan berbagai diskusi tentang “standar hijau”       (green standart) untuk pengelolaan semua usaha dan kegiatan dalam masyarakat. Misalnya standar (green standart) lingkungan hijau untuk sekolah, usaha, industri , jasa wisata dan sebagai, sehingga semboyan Lake Toba Go Green tidak sekedar basa-basi –lips service. Dengan demikian mendorong usaha masyarakat dan industri menaati standar hijau.
  4. Setelah Pengurus lengkap ditetapkan , pengurus diminta segera membenahi, memperbaiki atau merenovasi kantor YPDT di gedung Otorita Asahan, Jl. Gatot Subroto,kav 8 Jakarta Selatan sehingga representatif –layak pakai. Untuk itu segera komunikasi ke Dr. Effendi Sirait, selaku Ketua Otorita Asahan yang ada saat ini.
  5. Menyiapkan dan melaksanakan program bakti sosial kesehatan bersama Fakultas Kedokteran UKI dan beberapa kampus Kedokteran Perguruan Tinggi di Sumatera Utara, lokasi bakti kesehatan di sekitar Sinabung, dilanjutkan dan digabungkan dengan program “Clean Lake Toba, bekerjasama pelajar dan mahasiswa lokal di kawasan Sumetara Utara dan sekitar Danau Toba.
  6. Bekerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia, Jakarta dan perguruan tingi lainnya, khususnya di wilayah Sumatera Utara mengembangkan program-program pengabdian masyarakat tematik perbaikan lingkungan kawasan Danau Toba, dengan tema utama: Lake Toba , Go Green.
  7. Mendorong tumbuhnya berbagai riset sosial budaya, perubahan sosial masyarakat, ekonomi, lingkungan, pertanian, perikanan dan lainnya dengan fokus untuk mendorong kesadaran lingkungan dan perubahannya, mendorong tumbuhnya perilaku positip dan kreatif dalam dinamika kemajuan masyarakat.
  8. Menggalang kerjasama dengan gereja-gereja lokal / lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya untuk mendorong kesadaran lingkungan dan membuat adanya bahan Renungan pada bulan Juni setiap tahunnya.
  9. Membuat kesepahaman bersama gereja-gereja dimana pun yang berasal dari gereja-gereja kawasan Danau Toba agar pada acara pernikahan dibuat” persembahan” sukarela berupa 2 bibit pohon untuk ditanam di kawasan Danau Toba. Mekanisme penanaman dan pemeliharaan tanaman akan diatur secara rinci dan jelas.
  10. Menggalang pembentukan Komunitas Relawan Sahabat Danau Toba, dikawasan Danau Toba (lokal), nasonal dan internasional, melalui jejaring yang ada.
  11. Pengembangan web-site, dan e-commerce untuk promosi kawasan Danau Toba.
  12. Program Wisata Pulang Kampung (Pulkam) pada akhir tahun 2014 dan awal 2015, (diharapkan tergalang 300 relawan wisata Pulkam) sebagai bagian dari proses pengembangan desa wisata. Program ini diharapkan dapat memberikan masukan pada proses pengembangan desa tujuan wisata sebagai desa yang ramah lingkungan, sehat, kreatif dan produktif.
  13. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Menko Pembangunan manusia dan Kebudayaan untuk membuat kawasan danau Toba sebagai kawasan Wisata dunia dalam lima tahun mendatang dengan target kunjungan wisata 2 juta orang. Kegiatan ini juga untuk membuat fokus bersama dan sinergi kerja-kerja berbagai kementrian dan pemerintah daerah dalam membenahi sektor wisata Danau Toba secara komprehensif.
  14. Secara bertahap dan berkelanjutan perlu dilakukan pendidikan keramah-tamahan (hospitality) dan pelayanan jasa wisata kepada masyarakat terutama dalam kaitannya dengan wilayah-wilayah pengembangan wisata.
  15. Menyelenggarakan kegiatan pertanian organik di kawasan Danau Toba sebagai     bagian pembangunan desa mandiri energi, mandiri pangan dan mandiri usaha.
  16. Menyelenggarakan pelatihan pendidikan lingkungan dengan fokus pendidikan tentang air bagi guru-guru PAUD, SD dan SMP secara berkelanjutan, bertahap setiap tahun.
  17. Menyelenggarakan workshop penulisan kreatif, melukis dan desain arsitek dan sebagainya serta pengadaaan lomba kreatifitas seni budaya tersebut seperti lomba cipta dan baca puisi, lomba desain rumah adat dan desain kawasan pemukiman berbasis adat dan budaya lokal, poster dan lukis bertema lingkungan Danau Toba (Lake Toba, Go Green) secara berlanjut setiap tahun.
  18. Melakukan revitalisasi dan mengembalikan roh semangat YPDT untuk pelestarian Danau Toba sebagai bagian konsolidasi organisasi, melalui pertemuan / diskusi seluruh elemen kepengurusan secara berkala dan berlanjut dengan topik aktual.
  19. Secepat mungkin melakukan kegiatan di lapangan di kawasan Danau Toba dengan hal-hal yang relatif sederhana tetapi bernilai strategis untuk mengembalikan semangat roh YPDT dalam pelestarian Danau Toba, semangat Cinta Tanah Air, Cinta Kampung Halaman.
  20. Kegiatan penggalangan dana kreatif baik yang ditangani mandiri oleh yayasan maupun bekerjasama dengan badan-badan lain dan kerjasama dengan CSR berbagai perusahaan yang ada.
  21. Mulai menggalang dan menghidupkan jaringan peduli lingkungan danau baik lokal, nasional maupun internasional. Ini perlu karena sebenarnya YPDT telah menjadi anggota World Lakes Organization, dan sebagai pendiri sistem Sister lakes, dan kita telah pernah menjalin kerjasama sister lakes dengan Lake Champlain di Amerika Serikat, dll.

 

Jakarta, 13 November 2014

Yayasan Pencinta Danau Toba