Gerakan Cinta Danau Toba Meriah di Kampung Silalahi

SILALAHI, DanauToba.org — Semarak Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) kembali digelar Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) di Silalahi, Paropo, dan Tongging (Sipartogi). Kegiatan ini kali kedua diselenggarakan YPDT dari tanggal 27-30 Desember 2016. Pembukaan Acara dilaksanakan di lapangan HKBP Silalahi dengan menyedot perhatian masyarakat di sekitarnya.

Dari kiri ke kanan: Haposan Silalahi, Maruap Siahaan, Adian Silalahi, dan Alimin Ginting. (Foto: JM)
Dari kiri ke kanan: Haposan Silalahi, Maruap Siahaan, Adian Silalahi, dan Alimin Ginting. (Foto: JM)

Ibadah Pembukaan GCDT II mengawali seluruh rangkaian acara tersebut. Prosesi Ibadah Pembukaan dibuka dengan Karnaval Seni Budaya dan kreativitas. Rombongan Karnaval terbagi dua kelompok. Kelompok pertama beranjak dari SD Negeri 1 Silalahi dan Kelompok kedua dari SD Negeri 2 Silalahi. Rombongan Karnaval terdiri dari barisan Raja Turpuk (Pemimpin marga yang dituakan), barisan Raja Turpuk generasi muda yang direpresentasikan oleh anak-anak, kemudian disusul barisan Panitia, Kepala Desa dan aparatnya, dan peserta festival kuliner dan pagelaran ulos.

Pdt. Hiras Tambunan memimpin ibadah sebagai liturgos (pemandu ibadah) dan Pastor M. Monang Sijabat, O.Carm, sebagai pembawa Firman Tuhan (pengkhotbah).

Para Raja Turpuk sebagai pemimpin Marga yang dituakan. (Foto:JM)
Para Raja Turpuk sebagai pemimpin Marga yang dituakan. (Foto:JM)

Acara Pembukaan tersebut dihadiri 11 Raja Turpuk, Maruap Siahaan (Ketua Umum YPDT), Berlin Situngkir (Ketua Umum Panitia GCDT), Haposan Silalahi dan Adian Silalahi (pembina YPDT), Alimin Ginting, Jhohannes Marbu (Sekum GCDT), Passiona Sihombing (Ketua Panitia Lokal), Anggiat Sihaloho (Kepala Camat Silalahi 1), anak-anak sanggar tari Silalahi, C. F. Sijabat (pemerhati ulos), para petenun ulos, para perwakilan desa yang mengikuti festival kuliner, para Majelis Jemaat (Par Halado) HKBP Silalahi, dan masyarakat Silalahi.

Acara berlangsung meriah dengan antusias masyarakat mengikuti. Berdasarkan informasi Sekretariat Panitia, acara Pembukaan dihadiri sekitar 300-400 orang di mana acara tersebut berlangsung dari pagi hingga jam 22.00 malam. Setelah Ibadah, acara dilanjutkan dengan mencicipi kuliner (makanan) khas asali dari Silalahi, Paropo, dan Tongging, di antaranya: dekke Nadaldal, nitar gabur, si tohap, dan lain-lain. Selanjutnya ada pertunjukkan dan permainan anak-anak yang menambah keseruan Acara Pembukaan GCDT II 2016 ini.

GCDT II 2016 itu sendiri berlangsung dari 27-30 Desember yang diselenggarakan di tiga lokasi: Silalahi dan Paropo (Kabupaten Dairi) dan Tongging (Kabupaten Karo). (BTS)

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)