Bantah TPL Mencemari, Anggota DPRD Sumut Melukai Hati Masyarakat

JAKARTA, DanauToba.org — Pernyataan Nezar Djoeli, ST., Sekretaris Komisi D DPRD Sumatera Utara beberapa waktu lalu di sejumlah media lokal Sumatera Utara yang menyatakan bahwa PT Toba Pulp Lestari (TPL) tidak berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan di kawasan Danau Toba kembali menuai kritik. Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Drs. Maruap Siahaan, MBA menyampaikan bahwa pernyataan Anggota DPRD Sumut dari Partai Nasdem tersebut sangatlah dangkal, tidak didukung data yang akurat dan hanya didasarkan laporan pandangan mata yang telah diatur sedemikian rupa oleh Pihak TPL. “Pernyataan tersebut sangat melecehkan dan melukai hati masyarakat” ujar Maruap Siahaan di Jakarta pada Selasa (06/09/2016) sore.

Komisi D Bidang Lingkungan DPRD Sumatera Utara, melakukan kunjungan kerja ke lokasi operasional PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TobaPulp) di Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Rabu 27/7/2016. (bataktoday.com)
Komisi D Bidang Lingkungan DPRD Sumatera Utara, melakukan kunjungan kerja ke lokasi operasional PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TobaPulp) di Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Rabu 27/7/2016. (bataktoday.com)

Maruap menyampaikan bahwa Anggota dewan tersebut seharusnya menindaklanjuti dan mengawal laporan atas kerugian yang dialami masyarakat akibat beroperasinya perusahaan tersebut. Selain pencemaran air Danau Toba yang limbahnya dialirkan melalui sungai Asahan, Perusahaan tersebut juga memiliki sejumlah permasalahan lain seperti kerusakan jalan akibat pengangkutan kayu over tonase, penyerobotan lahan tanah dan/atau hutan adat, penebangan tanaman endemik hutan kemenyan (tombak haminjon) milik masyarakat adat maupun hutan lainnya di sekitar kawasan Danau Toba yang berfungsi sebagai Daerah Tangkapan Air (DTA).

Sebagaimana disampaikan melalui danautoba.org, Maruap Siahaan dan tim dari YPDT telah berkeliling ke desa-desa di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba sejak 13 Agustus sampai dengan 03 September 2016 lalu menyaksikan sendiri jalan-jalan rusak, hutan di sekeliling Danau Toba terbakar sepanjang hari, dan terjadinya penurunan muka air Danau Toba mencapai 3-5 meter. “Air terjun maupun sungai yang berasal dari perbukitan di Samosir dan daerah lainnya kering pada musim kemarau akibat hutan Daerah Tangkapan Air telah digunduli oleh perusahaan tersebut, sehingga berdampak pada penurunan kuantitas air Danau Toba”. Terang Maruap Siahaan.

Kejadian ini hendaknya menjadi refleksi bagi pemimpin partai maupun kader untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap masyarakat maupun pelestarian kawasan Danau Toba. “Kita mengharapkan sosok pemimpin yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungannya.” Terang Maruap Siahaan memberi masukan.

Sebelumnya, Nezar Djoeli, ST mengeluarkan pernyataan di sejumlah media massa bahwa PT TPL tidak mencemari lingkungan. Pernyataan tersebut disampaikan politisi Nasdem tersebut setelah mengunjungi lokasi operasional PT TPL dengan didampingi jajaran direksi perusahaan tersebut beberapa waktu lalu. Pada pernyataannya, Nezar mengaku bersikap netral dan tidak mendapat imbalan apapun dari PT TPL.

Menurut Nezar, pemberitaan tentang pencemaran lingkungan yang dilakukan PT TPL adalah sesat. Ia mengatakan bahwa tata pengolahan limbah PT TPL sudah baik dan sesuai dengan standar internasional. (JM)

 

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)