YPDT Melestarikan Lingkungan Hidup Melalui Program Bank Sampah

Seminar Bank Sampah 2018-07-27 at 12.58.23

JAKARTA, DanauToba.org ― Sampah selalu menjadi masalah, khususnya sampah anorganik. Kita perlu mempunyai solusi yang tepat mengatasi masalah sampah. Salah satu solusi yang tepat dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat adalah Program Bank Sampah. Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memilih melaksanakan Program Bank Sampah untuk mengedukasi masyarakat melestarikan lingkungan hidup, sehingga masalah sampah dapat diatasi dan masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah.

Mengatasi masalah sampah, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Secara teknis, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Recycle Melalui Bank Sampah.

Menurut Peraturan Menteri tersebut yang dimaksud dengan bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Prakteknya,  Bank Sampah pada dasarnya adalah sebuah organisasi atau perkumpulan yang mempunyai tujuan pengelolaan sampah. Sebagai sebuah organisasi yang mengajak keterlibatan banyak orang. Langkah awal dalam pendirian bank sampah adalah membentuk pengurus  bank sampah.

Banner Bank Sampah

Gagasan YPDT ingin membuat Program Bank Sampah berawal dari pertemuan dengan para siswa sekolah dan anggota komunitas Silalahi yang diadakan di SMA Negeri 1 Silahisabungan pada Jumat (17/11/2017). Kemudian YPDT melakukan pertemuan informal dengan yang lain di desa Silalahi dan Paropo, kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Dari pertemuan-pertemuan tersebut, masyarakat menyadari bahwa sampah adalah masalah di wilayah mereka dan sangat mengganggu komitmen untuk menjadikan daerahnya sebagai salah satu tujuan wisata. Di sisi lain, masyarakat Silahisabungan berharap daerah mereka bersih dan bebas dari masalah sampah.

Berangkat dari sini muncullah inisiatif untuk mengorganisasi diri maupun lingkungannya dengan melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah, membentuk kepengurusan bank sampah, dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah.

Kehadiran bank sampah bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, bank sampah dapat dijadikan sebagai sarana dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung pariwisata nasional.

Pada program ini, YPDT berperan sebagai fasilitator dan bersama masyarakat setempat mengatasi kendala yang ada, seperti membuat tempat penampungan sampah, menyediakan tenaga pelatih untuk mendampingi pengurus, dan memberikan keterampilan dalam mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis termasuk dalam hal pembuatan kompos, biogas, dan kerajinan tangan.

Mengawali program tersebut, YPDT melakukan sosialisasi kepada stakeholder di Kawasan Danau Toba (KDT), khususnya di wilayah Silalahi–Paropo, Kabupaten Dairi, dengan melaksanakan Seminar “Pengelolaan Sampah Terpadu dan Pemanfaatan Bank Sampah dalam Mendukung Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional”.

 

Narasumber
Dr H Indra Utama SE, M.Si bicara Bank Sampahvmendukung Pariwisata Danau Toba
Pembukaan
Para peserta Seminar Bank Sampah Silalahi-Paropo menyanyikan lagi Kebangsaan, Indonesia Raya
Backdrop
Para Peserta
Terhitung hadir 130 peserta, sebagian besar kaum perempuan dan kaum muda.
Narasumber
Tiga orang narasumber (kiri-kanan): Dr H Indra Utama SE, M.Si, Arief Sumargi, dan Armawati Chaniago.
Para peserta
Kaum ibu terlihat antusias.
Narasumber
Armawati Chanaigo (Direktur Rumah Kompos dan Bank Sampah Cicanang - Belawan) menyampaikan presentasinya.
Para Peserta
Para peserta kamu muda turut ambil peran.
Para Peserta
C. F. Sidjabat duduk paling depan, tokoh masyarakat Silalahi.
Jhohannes Marbun sedang memvideokan acara Seminar.
Narasumber
Jhohannes Marbun (Sekretaris Eksekutif YPDT) berbagi pengalaman dalam pengelolaan Bank Sampah.
Narasumber
Jhohannes Marbun (Sekretaris Eksekutif YPDT) berbagi pengalaman dalam pengelolaan Bank Sampah.

 

Melalui seminar ini masyarakat tertarik menjalankan program tersebut. Silalahi–Paropo menjadi sebuah model bank sampah untuk selanjutnya wilayah-wilayah lain di KDT dapat dikembangkan dalam mendukung keberadaan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.

Seminar Bank Sampah ini dilaksanakan pada Jumat (27/7/2017) dan workshop pada (28/7/2018) di SMA Negeri 1 Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Selain seminar, YPDT juga melaksanakan workshop (pelatihan) pengelolaan bank sampah dan pemasarannya. Workshop diberikan kepada para Pengurus Bank Sampah yang akan dibentuk setelah seminar. Para pengurus tersebut lebih memprioritas kaum perempuan (50% dari jumlah pengurus) dan kaum muda.

YPDT mendapat dukungan pendanaan dari Kedutaan Besar Selandia Baru melalui program DAP, dukungan masyarakat Silalahi–Paropo, dan komunitas dari Silalahi–Paropo yang terserak di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Baca juga: YPDT Menggelar Seminar dan Workshop Program Bank Sampah di Silalahi–Paropo

#TabungSampahRaihMasaDepan

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)