Program YPDT

Program Umum

Program-program umum dan jangka pendek akan fokus pada upaya : Konsolidasi organisasi, Promosi (pengenalan kembali) yayasan ke berbagai pihak dan kegiatan praktis di masyarakat. Program umum dan kegiatan ke depan dengan tema utama: “Lake Toba , Go Green : 100 Tahun Pembangunan Kawasan Danau Toba Menuju Kota Hijau Di atas Bukit dan Terberkati – (Green and Blessed City on the Hill) Untuk Kesejahteraan Rakyat” antara lain meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Reorganisasi kepengurusan lengkap YPDT dan mengesahkannya ke akte Notaris dan Menteri Hukum dan HAM RI.
  2. Mengadakan pengukuhan kepengurusan lengkap dengan didahului penyelenggaraan diskusi / semintar tentang tata ruang kawasan Danau Toba, sesuai dengan rencana Perpres Tata Ruang Khusus Kawasan Danau Toba, yang telah ada saat ini. Diharapkan diskusi ini akan melibatkan Menteri Agraria dan tata Ruang (ATR) / Kepala BPN, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  3. Mengembangkan berbagai diskusi tentang “standar hijau”       (green standart) untuk pengelolaan semua usaha dan kegiatan dalam masyarakat. Misalnya standar (green standart) lingkungan hijau untuk sekolah, usaha, industri , jasa wisata dan sebagai, sehingga semboyan Lake Toba Go Green tidak sekedar basa-basi –lips service. Dengan demikian mendorong usaha masyarakat dan industri menaati standar hijau.
  4. Setelah Pengurus lengkap ditetapkan , pengurus diminta segera membenahi, memperbaiki atau merenovasi kantor YPDT di gedung Otorita Asahan, Jl. Gatot Subroto,kav 8 Jakarta Selatan sehingga representatif –layak pakai. Untuk itu segera komunikasi ke Dr. Effendi Sirait, selaku Ketua Otorita Asahan yang ada saat ini.
  5. Menyiapkan dan melaksanakan program bakti sosial kesehatan bersama Fakultas Kedokteran UKI dan beberapa kampus Kedokteran Perguruan Tinggi di Sumatera Utara, lokasi bakti kesehatan di sekitar Sinabung, dilanjutkan dan digabungkan dengan program “Clean Lake Toba, bekerjasama pelajar dan mahasiswa lokal di kawasan Sumetara Utara dan sekitar Danau Toba.
  6. Bekerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia, Jakarta dan perguruan tingi lainnya, khususnya di wilayah Sumatera Utara mengembangkan program-program pengabdian masyarakat tematik perbaikan lingkungan kawasan Danau Toba, dengan tema utama: Lake Toba , Go Green.
  7. Mendorong tumbuhnya berbagai riset sosial budaya, perubahan sosial masyarakat, ekonomi, lingkungan, pertanian, perikanan dan lainnya dengan fokus untuk mendorong kesadaran lingkungan dan perubahannya, mendorong tumbuhnya perilaku positip dan kreatif dalam dinamika kemajuan masyarakat.
  8. Menggalang kerjasama dengan gereja-gereja lokal / lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya untuk mendorong kesadaran lingkungan dan membuat adanya bahan Renungan pada bulan Juni setiap tahunnya.
  9. Membuat kesepahaman bersama gereja-gereja dimana pun yang berasal dari gereja-gereja kawasan Danau Toba agar pada acara pernikahan dibuat” persembahan” sukarela berupa 2 bibit pohon untuk ditanam di kawasan Danau Toba. Mekanisme penanaman dan pemeliharaan tanaman akan diatur secara rinci dan jelas.
  10. Menggalang pembentukan Komunitas Relawan Sahabat Danau Toba, dikawasan Danau Toba (lokal), nasonal dan internasional, melalui jejaring yang ada.
  11. Pengembangan web-site, dan e-commerce untuk promosi kawasan Danau Toba.
  12. Program Wisata Pulang Kampung (Pulkam) pada akhir tahun 2014 dan awal 2015, (diharapkan tergalang 300 relawan wisata Pulkam) sebagai bagian dari proses pengembangan desa wisata. Program ini diharapkan dapat memberikan masukan pada proses pengembangan desa tujuan wisata sebagai desa yang ramah lingkungan, sehat, kreatif dan produktif.
  13. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Menko Pembangunan manusia dan Kebudayaan untuk membuat kawasan danau Toba sebagai kawasan Wisata dunia dalam lima tahun mendatang dengan target kunjungan wisata 2 juta orang. Kegiatan ini juga untuk membuat fokus bersama dan sinergi kerja-kerja berbagai kementrian dan pemerintah daerah dalam membenahi sektor wisata Danau Toba secara komprehensif.
  14. Secara bertahap dan berkelanjutan perlu dilakukan pendidikan keramah-tamahan (hospitality) dan pelayanan jasa wisata kepada masyarakat terutama dalam kaitannya dengan wilayah-wilayah pengembangan wisata.
  15. Menyelenggarakan kegiatan pertanian organik di kawasan Danau Toba sebagai     bagian pembangunan desa mandiri energi, mandiri pangan dan mandiri usaha.
  16. Menyelenggarakan pelatihan pendidikan lingkungan dengan fokus pendidikan tentang air bagi guru-guru PAUD, SD dan SMP secara berkelanjutan, bertahap setiap tahun.
  17. Menyelenggarakan workshop penulisan kreatif, melukis dan desain arsitek dan sebagainya serta pengadaaan lomba kreatifitas seni budaya tersebut seperti lomba cipta dan baca puisi, lomba desain rumah adat dan desain kawasan pemukiman berbasis adat dan budaya lokal, poster dan lukis bertema lingkungan Danau Toba (Lake Toba, Go Green) secara berlanjut setiap tahun.
  18. Melakukan revitalisasi dan mengembalikan roh semangat YPDT untuk pelestarian Danau Toba sebagai bagian konsolidasi organisasi, melalui pertemuan / diskusi seluruh elemen kepengurusan secara berkala dan berlanjut dengan topik aktual.
  19. Secepat mungkin melakukan kegiatan di lapangan di kawasan Danau Toba dengan hal-hal yang relatif sederhana tetapi bernilai strategis untuk mengembalikan semangat roh YPDT dalam pelestarian Danau Toba, semangat Cinta Tanah Air, Cinta Kampung Halaman.
  20. Kegiatan penggalangan dana kreatif baik yang ditangani mandiri oleh yayasan maupun bekerjasama dengan badan-badan lain dan kerjasama dengan CSR berbagai perusahaan yang ada.
  21. Mulai menggalang dan menghidupkan jaringan peduli lingkungan danau baik lokal, nasional maupun internasional. Ini perlu karena sebenarnya YPDT telah menjadi anggota World Lakes Organization, dan sebagai pendiri sistem Sister lakes, dan kita telah pernah menjalin kerjasama sister lakes dengan Lake Champlain di Amerika Serikat, dll.