Seminar Lingkungan Hidup Mengawali GCDT IV di Baktiraja

Seminar Lingkungan

JAKARTA, DanauToba.org ― Gaung Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) IV Tahun 2018 di Baktiraja, khususnya di Bakara dan Tipang, makin terasa. Masyarakat menanti adanya perubahan di kampung halamannya. Hari ini, Kamis (13/12/2018), Seminar Lingkungan Hidup mengawali GCDT tersebut. Acara diselenggarakan di Aula Dermaga, Desa Marbu Toruan, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Seminar Lingkungan Hidup ini mengangkat permasalahan sampah dan bagaimana solusinya? Permasalahan sampah dapat disiasati dengan pengelolaan Bank Sampah dan pengolahan sampah menjadi kerajinan tangan (handy craft) yang memberi nilai ekonomis kepada masyarakat.

Di Kawasan Danau Toba, sampah merupakan salah satu permasalahan yang memerlukan penanganan serius. Hampir di setiap titik di sepanjang pantai maupun perkampungan di pinggir Danau Toba, ditemukan sampah berserakan maupun menumpuk. Demikian pula dalam beberapa kali kunjungan ke daerah Bakara di Humbang Hasundutan dan terakhir pada 24 Juni 2018 lalu, sampah juga masih menjadi bagian dari persoalan yang belum dapat diselesaikan. Sekalipun demikian inisiatif-inisiatif lokal telah dimulai, salah satunya oleh para siswa SMA Negeri 1 Baktiraja. Sekolah melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan sampah yang berserakan di pinggir Danau Toba, sekolah maupun pinggir jalan di sekitar Bakara dua kali dalam sebulan pada hari Sabtu. Kegiatan yang dilakukan oleh para siswa sekolah dengan para guru tersebut mengalami pasang surut dan memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) melalui kepanitiaan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) IV Tahun 2018 melihat pentingnya mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, pemda, swasta, dan masyarakat di Kecamatan Baktiraja untuk mengatasi permasalahan sampah dengan melakukan sosialisasi pengelolaan sampah, pembentukan Bank Sampah, dan pelatihan ketrampilan maupun daur ulang sampah.

Kegiatan Seminar Lingkungan Hidup ini mengusung tema: Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Bank Sampah dalam Mendukung Danau Toba Sebagai Destinasi Pariwisata Nasional.

Para pembicara yang diundang untuk seminar tersebut, yaitu:

  • Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.Sc. (Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK RI) membawa topik: Komitmen Pemerintah RI dalam Pengelolaan, Jalur Distribusi, dan ‘Pasar’ Sampah di Kawasan Danau Toba dalam Mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional dan Kemandirian Masyarakat.
  • Ir. Binsar Situmorang, M.Si. (Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara) membawa topik: Program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di Kawasan Danau Toba dalam Mendukung Pariwisata Nasional.
  • Minrod Sigalingging (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Humbang Hasundutan) membawa topik: Implementasi Kebijakan dan Tahapan Rencana Aksi Pengelolaan Sampah dan Pembentukan Bank Sampah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
  • Armawati Chaniago (Direktur Rumah Kompos dan Bank Sampah Induk Sicanang – Belawan) membawa topik: Pembentukan dan Pengelolaan Bank Sampah Secara Berkelanjutan Berbasis Komunitas.
  • Jhohannes Marbun (Sekretaris Eksekutif YPDT) sebagai moderator.

Dari para pembicara yang diundang untuk menyampaikan seminar tersebut, yang hadir adalah Ricardo Lumbantoruan (Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Humbang Hasundutan) mewakili Ir Minrod Sigalingging; Armawati Chaniago, dan Jhohannes Marbun. Sementara dua pembicara lain dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara tidak hadir.

Dari Seminar Lingkungan Hidup yang digagas YPDT melalui GCDT ini, ada harapan tumbuh kesadaran dan inisiatif masyarakat untuk mendayagunakan dan/atau mendaur ulang sampah, sehingga lingkungan menjadi bersih dan sehat, kesejahteraan masyarakat meningkat, Danau Toba kembali menjadi “Tao Nauli, Aek Natio, Mual Hangoluan” (Danau Toba yang indah, airnya jernih, dan menjadi sumber air kehidupan).

GCDT IV di Baktiraja pada 27-30 Desember 2018 ini adalah kegiatan rutin tahunan YPDT. Tahun 2018 ini adalah tahun keempat. Sebelumnya, yang pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut di Tujuh Kabupaten Kawasan Danau Toba (2015), di Silalahi, Paropo, dan Tongging (2016), dan di Siborongborong (2017).

(Humas YPDT)

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)