Press Release Gerakan Cinta Danau Toba 2015

Gerakan Cinta Danau Toba

JAKARTA, DanauToba.org — Panitia Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) 2015 akan melaksanakan Konferensi Pers di Anjungan Sumatera Utara, TMII, Jakarta Timur, pada Selasa (15/12/2015). Acara Konferensi Pers ini untuk sosialisasi kegiatan acara GCDT 2015 agar disebarluaskan media-media.

Berikut ini kami sertakan Press Release GCDT 2015 untuk bahan awal pemuatan berita.

 

PRESS RELEASE
GERAKAN CINTA DANAU TOBA
(“SAVE, CLEAN AND GREEN LAKE TOBA”)

 

Pernahkah Anda membayangkan pada akhir Desember 2015 ini, Kawasan Danau Toba (KDT) akan tumpah ruah dengan hadirnya 20.000 insan atau lebih yang mencintai Danau Toba di 7 (tujuh) Kabupaten dan 10 (sepuluh) center point? Inilah sebuah Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) yang lahir dari masyarakat, dikawal dan dikelola bersama Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT). Gerakan ini akan dipusatkan di Parapat, Sumatera Utara, yang akan terhubung dengan 7 (tujuh) Kabupaten, seperti Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Tobasa, Simalungun, Samosir, dan Tapanuli Utara) serta Kec. Sigumpar, pada 27-30 Desember 2015. Acara Pembukaan (27 Desember 2015) dan Puncak Acara (30 Desember 2015) akan ditayangkan melalui teknologi Live Video Conference dengan dukungan pihak Telkomsel di 10 (sepuluh) center point ketujuh Kabupaten tersebut.

YPDT melakukan pelestarian KDT dengan mengajak seluruh pihak terutama masyarakat yang ada di
Kawasan Danau Toba dan yang ada di perantauan serta wisatawan mancanegara melalui gerakan atau semangat kebersamaan, yaitu: Gerakan Cinta Danau Toba. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kawasan Danau Toba saat ini telah mengalami kerusakan yang sangat parah, seperti kerusakan lingkungan (pencemaran limbah dan sampah) dan kerusakan hutan. Air Danau Toba tidak layak lagi dipergunakan untuk kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Keindahan Danau Toba pun rusak akibat banyaknya sampah dan limbah, sehingga banyak wisatawan, baik lokal maupun asing, tidak tertarik datang ke KDT.

Kondisi seperti ini membuat YPDT ingin menggerakkan insan Indonesia membangun “KEPRIHATINAN
BERSAMA” dalam suasana “DAMAI” dari seluruh lapisan masyarakat baik yang berdomisili di kawasan Danau Toba, maupun di luar kawasan Danau Toba, hingga di seluruh dunia, untuk ikut bersama-sama memperbaiki dan membangun Kawasan Danau Toba yang lebih baik. YPDT juga ingin mewujudkan eksistensi dan perannya menjadi wadah partisipasi masyarakat luas (lokal, nasional, dan internasional/mondial) dalam pelestarian Danau Toba, Kawasan dan ekosistemnya serta menghimpun pemikiran, sumber daya dan dana bagi usaha-usaha pelestarian Kawasan Danau Toba dengan seluruh kekayaan dan warisannya. Karena itulah, YPDT mengajak kita berbuat yang terbaik untuk hasil yang terbaik dan mengajarkan damai melalui “Keperdulian Lingkungan Kawasan Danau Toba” untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Fondasi gerakan ini adalah KEBERSAMAAN yang bernuansa KEPRIHATINAN dan DOA, bukan PESTA PERAYAAN. Karena itu, sistem pengelolaan GCDT mulai dari penetapan visi, misi, tujuan, perencanaan kegiatan, perumusan rancangan acara, penetapan titik-titik kegiatan, jadwal pelaksanaan, penetapan para peserta, pendanaan dan sponsorship, didasarkan pada PARTISIPASI AKTIF dari semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses ini, baik dari seluruh aspek lapisan masyarakat, pemuka adat dan agama, lembaga keagamaan, pendidikan dan sosial, para profesional, eksekutif, pengusaha, pemerhati, badan usaha serta Pemerintah di Kawasan Danau Toba maupun yang dari luar Kawasan. Kuasa Tuhan bekerja dalam proses ini, sehingga banyak mendapatkan dukungan dan apresiasi dari semua pihak untuk ikut berpartisipasi.

Ke depan upaya pemerintah untuk membentuk lembaga pengelola pariwisata kawasan Danau Toba, harus berbasis gerakan masyarakat. Lembaga pengelola kawasan pariwisata Danau Toba harus sebanyak mungkin mendorong keterlibatan kreatif masyarakat. Kelangsungan bisnis dan partisipasi masyarakat secara kontinyu akan menjamin manfaat dan pengembangan wisata Danau Toba ke depan secara berlanjut.

Gerakan Cinta Danau Toba merupakan gerakan yang dilakukan dalam rangka membangun kesadaran dan semangat kebersamaan, yaitu: semangat mencintai Danau Toba. Dengan adanya kecintaan terhadap Kawasan Danau Toba, maka akan memunculkan semangat yang lebih konkrit lagi, yaitu: melakukan tindakan nyata bagi Kawasan Danau Toba di masa yang akan datang.

Kegiatan GCDT Program Gerakan Cinta Danau Toba “Save, Clean, dan Green Lake Toba” dilaksanakan pada 27-30 Desember 2015 dipusatkan di 10 titik lokasi yang tersebar di Kawasan Danau Toba. Lokasi tersebut di antaranya: Haranggaol dan Tiga Ras Kabupaten Simalungun; Tongging Kabupaten Karo; Silalahi Kabupaten Dairi; Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan; Siborongborong dan Muara Kabupaten Tapanuli Utara; Karsitek, Pantai Bulbul, dan Makam Nomensen Sigumpar Kabupaten Toba Samosir; Tuktuk dan Silimalombu Kabupaten Samosir; dan Parapat untuk pusat kegiatan. Agenda yang dilakukan yaitu pertama pembersihan sampah, penanaman pohon, penaburan ikan di Kawasan Danau Toba; kedua dialog dari hati ke hati membangun harapan untuk Kawasan Danau Toba ke depan; ketiga jelajah wisata; keempat pesta kuliner Kawasan Danau
Toba; kelima kreasi seni budaya dan apresiasi kepada individu masyarakat pelestari lingkungan; keenam Perayaan Natal dan Doa Bersama lintas iman; ketujuh paduan suara secara massal menyanyikan “Great Halleluya” karya G.F. Handel dalam versi Bahasa Indonesia; dan kedelapan, puncak acara yaitu penyalaan lilin terang di tepi Danau Toba secara serentak di 7 (tujuh) Kabupaten Kawasan Danau Toba.

Keterlibatan Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Masyarakat Kegiatan GCDT melibatkan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah dan berbagai elemen masyarakat. Panitia GCDT sudah memperoleh dukungan dari pemerintahan pusat, antara lain: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Hukum dan HAM RI,
Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, pemerintahan daerah Sumatera Utara, dan Pemda ketujuh Kabupaten yang terlibat. Beberapa lembaga keumatan juga ikut mendukung GCDT, antara lain: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), PGI Wilayah Sumatera Utara, para pemimpin Gereja (HKBP, GBKP, GKPS, HKI, GKPA, GKPI, GKPPD, GMI, dll), Keuskupan Agung Medan, para tokoh agama dari NU, Muhammadiyah, Budha, Hindu, Konghucu, para tokoh Agama Kepercayaan dari Parmalim, dan para tokoh masyarkat/adat. Mereka semua telah mengajak dan menghimbau para umat dan pengikutnya untuk menghadiri dan menyukseskan acara Gerakan Cinta Danau Toba ini.

Harapan YPDT memiliki harapan ke depan dengan mewujudkan Kawasan Danau Toba sebagai Kota Berkat di Atas Bukit, kota yang menjadi contoh kota-kota lainnya. Untuk mewujudkan harapan tersebut GCDT merupakan langkah awal dengan upaya “SAVE, CLEAN AND GREEN LAKE TOBA” melalui partisipasi aktif semua pihak.

Jakarta, 15 Desember 2015
Salam Sahabat Danau Toba,
Pengurus YPDT Masa Bakti 2014 – 2019

Drs. Maruap Siahaan, MBA (Ketua Umum)
Andaru Satnyoto, S.IP., M.Si (Sekretaris Umum)

Related posts