Pokok Pikiran Yayasan Pencinta Danau Toba

720x340

720x340

BERSAMA SELAMATKAN DANAU TOBA”

Visi: Kawasan Danau Toba Menjadi Kota Berkat Di Atas Bukit

(The Lake Toba Area Will Become Paradise City On The Hill)

Danau Toba yang dikenal luas sebagai danau kaldera terbesar dunia
merupakan wilayah yang eksotis, sebagai sekeping surga di tanah Sumatera, memiliki keindahan dan keunikan luar biasa. Danau Toba memiliki keindahan dan menyimpan potensi ekonomi yang besar. Kawasan Danau Toba telah menyatu dan menjadi penopang kehidupan masyarakat Tapanuli dan sekitarnya.

Namun demikian dalam kurun waktu akhir-akhir ini, khususnya sejak tahun 1990-an, pada umumnya dirasakan adanya penurunan kualitas dan suasana keindahan kawasan Danau Toba. Beberapa studi dan laporan reportase Surat Kabar Kompas, misalnya mengonfirmasi kerusakan parah lingkungan kawasan Danau Toba, hutan rusak bahkan sampai hutan rakyat berupa pohon kemenyan yang menjadi legenda simbol perdagangan masyarakat Danau Toba dengan dunia pun nyaris punah. Kerusakan parah juga telah menyentuh badan air Danau Toba. Untuk itu tidak ada kata lain bagi kita YPDT bersama masyarakat dan pemerintah melakukan usaha SAVE LAKE TOBA, Selamatkan Danau Toba. Yayasan Pencinta Danau Toba telah hadir turut melestarikan Kawasan Danau Toba sejak berdiri, 17 Agustus 1995, yang saat itu telah melakukan kegiatan melalui pendidikan lingkungan di masyarakat dan advokasi perlindungan lingkungan Danau Toba. Saat ini kami tengah melakukan pembaruan Pengurus dan menyusun program-program relevan 5 tahun mendatang, untuk usaha bersama selamatkan Danau Toba.

Hal ini sesuai pula dengan semangat pemerintah saat ini dengan Sembilan Agenda prioritasnya atau dengan Nawa Cita Kabinet Kerja 2014 – 2019.

Pemerintah harus hadir dengan kekuatan penuh untuk melindungi, membangun wilayah strategis nasional ini dengan efektif, efisien dan bebas korupsi. Negara selama ini “absen” dan keadaan kerusakan lingkungan terus terjadi.

Pemerintah bersama masyarakat membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi domestik / lokal. Dengan potensi usaha wisata kawasan Danau Toba sudah seharusnya menjadi modal membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan kemandirian ekonomi berbasis potensi wisata dan lingkungan, masyarakat akan melindungi kawasan Danau Toba. Untuk itu kita sepakat bahwa potensi riil saat ini adalah pembangunan berbasis wisata, pemanfaatan potensi air dan potensi lingkungan kawasan. Satu-satunya jalan ke depan adalah menyelamatkan lingkungan kawasan, membuat standar hijau (green) untuk seluruh proses pembangunan ruang wilayah kawasan Danau Toba.

Pembangunan kawasan juga harus berdasar pada wawasan identitas budaya masyarakat Batak sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkebudayaan. Untuk itu pembagunan kawasan juga berarti melakukan revolusi mental, pembangunan karakter masyarakat kita, yaitu merubah paradigma masyarakat dan pemerintah dari ekploitasi lingkungan untuk mendapatkan keuntungan (manfaat ekonomi) menjadi melestarikan lingkungan untuk mendapatkan kesejahteraan.

Potensi air Danau Toba juga sangat luar biasa besar, dengan cakupan luas Danau Toba yang demikian besar sekitar 110 ribu hektar dan kedalaman air hingga 500 meter, maka cadangan airnya sangat besar, air Danau Toba dapat menjadi salah satu penopang kemandirian energi ramah lingkungan (renewable energy) dan sumber air kehidupan (aek natio) bagi masyarakat sekitarnya dan Sumatera Utara. Oleh karena itu pemanfaatan ini hanya dapat berjalan terus (sustainable) jika ada konservasi kawasan Danau Toba. Tidak ada kata lain, kecuali selamatkan dan lestarikan hijauan kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Pemanfaatan oleh pemerintah, swasta dan Perum Jasa Tirta serta masyarakat harus (wajib) berorientasi pada konservasi lingkungan Danau Toba.

Kawasan Danau Toba juga merupakan wilayah yang subur, tanah vulkanik, ini harus dipulihkan untuk berperan dalam membangun kedaulatan pangan nasional. Kawasan danau Toba berpotensi sebagai sumber aneka ragam pangan dan sayuran bagi masyarakat daerah Sumatera Utara.

Dalam rangka kehadiran efektif pemerintah, perlu dibangun koordinasi dan sinkronisasi serta penegakan (enforcement) peraturan perundangan, kebijakan dan regulasi baik pemerintah pusat maupun daerah. Untuk ini perlu satu instrumen kelembagaan Kawasan Danau Toba yang terintegrasi.

Sejalan dengan semangat Pemerintah Kabinet Kerja 2014 – 2019, kami YPDT dengan semangat visi, misi dan tujuan Yayasan siap menjadi partner strategis pemerintah dan masyarakat menyelamatkan kawasan Danau Toba. Sesuai dengan semangat menyelamatkan kawasan Danau Toba, kita berpedoman bahwa pembangunan kawasan harus berorientasi pada pelestarian lingkungan kawasan danau Toba. YPDT siap menjadi jembatan dan mitra semua pihak dalam mewujudkan Danau Toba yang indah dan lestari. Sebagai “tanah air berkat, tanah air harapan”, aek natio, Kawasan Danau Toba diharapkan terwujud menjadi Kota Berkat Di Atas Bukit ( The Lake Toba Area Will Become The Paradise City On The Hill).

Kiranya Tuhan memberkati ( God Bless You ).

Jakarta, 30 Januari 2015

PENGURUS YAYASAN PENCINTA DANAU TOBA (YPDT)

Drs.Maruap Siahaan,MBA                                                       Andaru Satnyoto,S.IP,MSi.

                                             Ketua Umum                                                                             Sekretaris Umum

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)