Partisipasi Masyarakat Mewujudkan Geopark Kaldera Toba Menjadi Anggota GGN UNESCO

slide-ypdt-1x

JAKARTA, DanauToba.org — Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) bekerjasama dengan Pusat Studi Kebencanaan Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (FT-UKI) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema: “Partisipasi Masyarakat Mewujudkan Geopark Kaldera Toba Menjadi Anggota Global Geopark Network UNESCO”.

Seminar bertujuan untuk mengetahui posisi pencapaian, usaha-usaha, serta peran para pemangku kepentingan dalam mewujudkan Danau Toba sebagai Geopark Nasional menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Kegiatan akan dirangkaikan dengan Peluncuran Perdana (launching) website dan Doa Bersama program GERAKAN CINTA DANAU TOBA 2015.

Partisipasi semua pihak, terutama masyarakat Sumut, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Geopark Kaldera Toba sebagai anggota Geopark Global Network Unesco (GGN Unesco).  Karena itu, kegagalan pada tahun 2015 ini, harus dijadikan sebagai momen menumbuhkan motivasi untuk membangun semangat kebersamaan, sehingga ke depan, semua instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat harus pro aktif melakukan tindakan sesuai bidang dan kemampuan masing-masing. Kita berharap dalam satu atau dua tahun ke depan, Geopark Kaldera Toba bisa terwujud sebagai anggota GGN – Unesco.

Hal ini mengemuka, dalam seminar nasional bertema ” Partisipasi Masyarakat Mewujudkan Geopark Kaldera Toba Menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) Unesco”  di Jakarta, Sabtu (31/10/2015) lalu.

Seminar yang digelar  di gedung Kedokteran UKI Cawang, Jakarta Timur itu, diselenggarakan, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) bekerjasama dengan Pusat Studi Kebencanaan Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (PSK FT UKI), Jakarta.

Ketua Panitia Ir Pinondang Simanjuntak MT menyatakan, seminar bertujuan untuk mengetahui posisi pencapaian, usaha-usaha, serta peran para pemangku kepentingan dalam mewujudkan Danau Toba sebagai Geopark Nasional menjadi anggota Global Geopark Network UNESCO.

Tampil sebagai pembicara, Alimin Ginting, Ir Pinondang Simanjuntak, MT, dan Antomo Sukmono dari Geopark Gunung Sewu, Jawa Tengah.

Kegiatan dirangkaikan dengan peluncuran (launching) program Gerakan Cinta Danau TobaTahun 2015 dan Doa Bersama.

Telah dijadwalkan, melakukan berbagai kegiatan, dengan tajuk “Gerakan Cinta Danau Toba” tanggal 27 s/d 30 Desember 2015 di Kawasan Danau Toba.

Bentuk kegiatan berupa pesta kuliner khas sub etnis (27/12), jelajah wisata (27- 30 Desember),  Sowing, Clean & Green Danau Toba (28/12), Dialog Dari Hati ke Hati (28/12), Festival Budaya dan Karya Kreatif (29/12), Berdoa Bersama (30/12), Perayaan Natal dan Penyalaan Lilin (30/12), Great Choir, The Great Haleluyah (30/12).

Gerakan Cinta Danau Toba tersebut, dinamai: “Beta Mulak Tu Huta” ( bahasa Batak Toba), atau “Itake Mulak Mi Kuta” ( Pakpak Dairi), Ota Mulih Ku Kuta” (Karo), Eta Nasiam Mulak Tu Huta” (Simalungun).

Ketua Umum YPDT, Drs Maruap Siahaan, MBA, meminta semua pihak, supaya jangan saling menyalahkan tentang gagalnya Geopark Kaldera Toba sebagai anggota GGN Unesco.

“Saya kira, hal ini merupakan kekurangan bersama, sehingga tidak perlu mempersalahkan siapa-siapa.  Mewujudkan Geopark  Kaldera Toba sebagai anggota GGN-Unesco bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi merupakan tanggungjawab bersama, baik pemerintah (instansi terkait), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan seluruh elemen masyarakat lainnya” kata Maruap Siahaan, sambil menambahkan, yang penting ke depan semua pihak harus berbuat sesuatu sesuai  kemampuan yang dimiliki.

Menurutnya, tidak waktunya lagi berdiam diri atau hanya omong doang. Jangan pula hanya tergantung pemerintah, tetapi harus ada aksi yang konkrit.

Yayasan yang dipimpinnya, kini bertekad dan punya komitmen untuk bekerja keras, melakukan sinergi ke berbagai pihak. Dia juga meminta agar perusahaan yang merusak lingkungan menghentikan kegiatannya, demi kepentingan masyarakat banyak.

Dr Maruara Siahaan mengharapkan, agar  penyelenggaraan seminar dibatasi atau dikurangi, diganti dengan melakukan tindakan nyata.

“UKI siap memberikan partisipasi, berupa pemikiran dan tenaga, bukan uang,” ujar Maruarar sambil meminta kontribusi media pers, baik cetak, elektronik (televise, radio) dan media sosial lainnya.

Pewarta: Humas YPDT

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)