Maruap Siahaan: Air, Tanah, dan Hutan Penentu Pariwisata Danau Toba

Webinar 2020-08-27

JAKARTA, DanauToba.org — Membangun pariwisata Danau Toba bukanlah perkara membalikkan telapak tangan. Apalagi kondisi kerusakan air Danau Toba, persoalan masalah tanah adat yang tidak kunjung tuntas, dan pembabatan hutan di Kawasan Danau Toba (KDT), makin memperburuk dan merusak KDT. “YPDT ada di garda terdepan dalam memperjuangkan ketiga hal tersebut, yaitu: air Danau Toba, tanah, dan hutan,” ujar Maruap Siahaan dalam Acara Webinar pada Kamis (27/8/2020) di Jakarta.

Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) ini, Maruap Siahaan, memaparkan bahwa YPDT sudah sejak awal berdirinya memperjuangkan ketiga hal tersebut. Bahkan dalam empat tahun terakhir melalui kegiatan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT), YPDT mampu menggalang dan melibatkan masyarakat Batak, baik di KDT maupun di luar KDT yang terserak, untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup di KDT.

Tentu apa yang dilakukan YPDT adalah langkah yang tepat dengan membereskan dan memperbaiki kerusakan lingkungan hidup di KDT sebelum pembangunan pariwisata di sana dilaksanakan. Secara simultan pun, kedua hal tersebut dapat dilaksanakan.

Dengan tegas, Maruap Siahaan menyampaikan bahwa YPDT mengoreksi dan memberi kritik konstruktif kepada pemerintah daerah setempat dan pemerintah pusat agar ketiga hal tersebut (air, tanah, dan hutan) seharusnya menjadi prioritas. Namun, sangat disayangkan, mereka tidak merespons hal tersebut melalui aksi nyata.

Selengkapnya apa yang disampaikan Ketum YPDT ini dapat ditonton melalui YouTube Channel Yayasan Pencinta Danau Toba. (Boy Tonggor Siahaan)

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)