HKBP Berpeluang Besar Wujudkan Kota Berkat di Atas Bukit

Kota Berkat di Atas Bukit

JAKARTA, DanauToba.org ꟷ HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) berpeluang besar dalam mewujudkan Kota Berkat di atas bukit. Mengapa demikian? Karena Gereja ini memiliki anggota jemaat yang mayoritas mendiami Kawasan Danau Toba (KDT) dengan gerejanya yang tersebar di kawasan tersebut.

Hari Rabu ini (7/10/2020) Gereja ini genap berusia 159 tahun. Pencapaiannya selama 159 tahun sudah terbilang banyak dan diperhitungkan sebagai lembaga keagamaan di tingkat nasional dan internasional. Namun demikian, HKBP harus tetap hadir di dunia ini sebagai garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Sebagai gereja, HKBP mesti melayani bukan dilayani dengan kerendahan hati dan penuh hikmat. Itulah teladan yang diajarkan Guru Agung Gereja, Yesus Kristus.

Kembali kepada topik percakapan kita: Kota Berkat di Atas Bukit. Topik ini sebenarnya sudah lama digumuli puluhan tahun oleh para sahabat pencinta Danau Toba, yang notabene hampir seluruhnya jemaat HKBP. Jadilah topik itu visi sebuah yayasan yang mereka bentuk, yaitu: Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT). Yayasan ini berdiri pada 17 Agustus 1995.

YPDT makin intens menggaungkan visinya: Kawasan Danau Toba adalah Kota Berkat di Atas Bukit. Kawasan di mana ada pengharapan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian (syalom) bagi masyarakat yang mendiaminya. Visi ini perlu diperjuangkan, diusahakan, dan diupayakan.

Sebagaimana kita ketahui Kawasan Danau Toba (KDT) makin rusak karena pencemaran lingkungan dan kerusakan air Danau Toba dan hutan-hutan yang mengelilingi danau terbesar kedua di dunia ini. Geliat YPDT untuk menyelamatkan KDT sudah dimulai sejak 2014 dengan persiapan-persiapan yang matang. Langkah taktis dan praksis dimulai tahun 2015 dengan kendaraan mobilisasinya, yaitu: Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT). YPDT sudah memobilisasi GCDT sebanyak empat kali pada 2015-2018. Pada 2019 mobilisasi GCDT terfokus pada pemantapan litigasi.

Baca juga: Pertemuan YPDT dengan Ephorus HKBP Menyampaikan Ratapan Masyarakat di KDT

Bagaimana dengan HKBP? Apakah HKBP turut terlibat dalam gerakan massif tersebut? Tentu saja. YPDT memandang gereja sebagai mitra yang dapat diajak bersama-sama mewujudkan Kota Berkat di Atas Bukit. Sejak awal HKBP sudah terlibat bersama-sama dengan YPDT mengawal isu ketidakadilan dan kerusakan massif di KDT. YPDT dan HKBP saling mengisi dan bergerak di ranah masing-masing dengan satu tujuan utama: Menyelamatkan Generasi Muda Batak agar dapat memasuki Gerbang Emas Kota Berkat di Atas Bukit.

Ada muatan iman di dalam visi tersebut. Muatan iman yang menyerupai gambaran Bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian seperti tertulis dalam Kitab-kitab Musa. Bangsa Batak ditantang mewujudkan visi tersebut. Siapakah “Yosua” orang Batak yang memimpin bangsanya memasuki Kota Berkat di Atas Bukit tersebut? Mari persiapkanlah “Yosua-Yosua” tersebut.

Menjelang Sinode Godangnya (Sidang Raya Sinode) pada Desember 2020, Morita Farma turut menyumbang alat-alat kesehatan proteksi diri seperti Morita Hand Sanitizer, face shield, masker, dan pengukur suhu kepada HKBP ketika Sidang Sinode Distrik pada 18-20 Agustus 2020 di Jakarta. Morita Indonesia hadir untuk Make The Healthy World di masa pandemi Covid19 dan New Normal.

Kami, segenap Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus YPDT mengucapkan Dirgahayu ke-159 tahun HKBP, tetaplah terus melayani dan berhikmat seturut teladan Kristus. Tuhan memberkati HKBP sepanjang masa.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)