Doa Ratapan Kepada TUHAN untuk Tragedi Danau Toba

Doa Ratapan untuk DT 2018-06-24 at 08.35.09

JAKARTA, DanauToba.org Masyarakat Batak se-Jabodetabek semalam, Sabtu (23/6/2018) berkumpul di lapangan parkir Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Sutoyo No. 2, Jakarta Timur. Mereka bersatu hati berdoa menaikkan doa ratapan kepada TUHAN untuk tragedi Danau Toba. Sekitar 5.000 orang memadati acara doa ratapan tersebut yang diselenggarakan oleh Forum Peduli Tragedi Danau Toba.

Doa Ratapan dipandu dalam rangkaian ibadah yang dipimpin Pdt Marihot Siahaan, S.Th (pendeta jemaat Gereja Punguan Kristen Batak di Pulomas, Jakarta) dan Herti Sitorus. Ibadah berlangsung sungguh hikmat dan tertib, walaupun ribuan orang duduk lesehan dan berdiri.

Nyanyian Ibadah dibuka dengan nyanyian pujian dari Buku Ende No. 416 “To Jolom O Debatangku” (Di hadapan-Mu O Tuhanku) dan doa pembukaan dipimpin oleh Pdt Haposan Sianturi (HKBP). Pembacaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Marihot Siahaan (GPKB).

Setelah pembacaan Firman Tuhan yang disambut nyanyian jemaat “Husomba Ho Tuhan” (Kusembah Engkau, Tuhan) dari Buku Ende No. 223, doa ratapan secara simultan disampaikan para pendeta.

Para pendeta menyampaikan doa untuk korban yang belum ditemukan, keluarga korban yang menanti-nanti kabar berita sanak familinya, dan tindak lanjut pemerintah atas tragedi tersebut. Saat berdoa tersebut cukup banyak yang menangis, terutama bagi mereka yang merasa kehilangan atas sanak familinya, sahabatnya, dan orang-orang yang dikasihi.

Beberapa saat setelah doa ratapan, ada beberapa keluarga yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan ungkapan kesedihannya. Mereka adalah Derni Saragih (sanak keluarganya yang hilang: Ledikson Nainggolan, Pokan Nainggolan, dan Rosdelima Nainggolan), Egi br Manurung (saudaranya yang hilang Joel Manurung), dan Lydia Saragih (sanak keluarganya yang hilang Jornelin Andreas Purba). Testemoni mereka menambah keharuan dalam suasana ibadah.

Sebagai ungkapan dukacita para korban dan pengharapan kepada Tuhan, semua yang hadir melakukan prosesi penyalaan lilin yang diawali dengan penyalaan lilin oleh para pendeta dan diteruskan kepada hadirin. Penyalaan lilin diiringi nyanyian pujian “Sangat Besar Anugerah-Mu” (Amazing Grace). Di tengah lapangan, para hadirin yang menyalakan lilin meletakkan lilin di garis putih membentuk gambar LOVE (KASIH).

Setelah penyalaan lilin, Forum Peduli Tragedi Danau Toba yang diprakarsai tujuh organisasi masyarakat Batak se-Jabodetabek, menyampaikan pernyataan sikapnya. Pernyataan sikap dibacakan oleh Lorensius Manurung mewakili Forum Peduli Tragedi Danau Toba. Pada saat pembacaan Pernyataan Sikap tersebut, turut hadir juga Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt Gomar Gultom, M.Th. Pdt Gomar ikut menyatakan sikap yang sama dengan Forum.

Sebelum doa penutup yang disampaikan semua pendeta, Hutahuruk Sister menaikkan pujian “Dengar Tuhan (Ratapanku)” dan Martahan Sitohang bersama Semuba Group memainkan Andung Sian Bonapasogit (Ratapan dari Kampung Halaman di Kawasan Danauy Toba). Andung tersebut menyampaikan pesan Danau Toba dalam alunan musik Batak (gendang, terompet, dan seruling) yang membuat bulu kuduk kita merinding.

Akhirnya, acara ibadah ditutup dengan nyanyian pujian dari Buku Ende No. 227 “Jesus Ngolu ni Tondikku” (Yesus sumber hidupku).

 

Saling menyalakan lilin
Pernyataan Sikap
Penyalaan Lilin
Keluarga yang berduka
Semua menyalakan lilin
Testimoni dari Keluarga Korban
Penyalaan Lilin Membentuk LOVE

 

Acara tersebut diselenggarakan oleh Forum Peduli Tragedi Danau Toba. Forum ini merupakan wadah komunikasi kebersamaan dari berbagai Organisasi Masyarakat peduli Danau Toba, antara lain: Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT), Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Naposo Batak Jabodetabek (Nabaja), dan Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GPGBB).

Doa Ratapan ini dilaksanakan dalam rangka menyatakan keprihatinan dan kepedulian atas musibah KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6/2018).

Para pendeta yang melayani ibadah dalam acara tersebut antara lain: Pdt Haposan Sianturi (HKBP), Pdt Ramli Hutapea (GKPA), Pdt Ida Turnip (Gereja Oikumene), Pdt Ronald Solin (GKPPD), Pdt Flora Pasaribu (GKPA), Pdt Sanongoni Waruwu (GNKPI), dan Pdt Marihot Siahaan (GPKB).

Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi) turut mendukung acara ini termasuk di antaranya Novita Dewi Marpaung, Hutahuruk Sister, dan artis-artis lainnya.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Baca juga:

Related posts

Komentar (0)

Leave a Comment

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)