Seruan Ormas-ormas Batak Agar Pembangunan di Kawasan Danau Toba Diselesaikan dengan Win-Win Solution

Persoalan

JAKARTA, DanauToba.org ― Mencermati persoalan pembangunan pariwisata di Kawasan Danau Toba (KDT) yang dipercayakan kepada Badan Pengelola Otorita Kawasan Pariwisata Danau Toba (BPOKPDT) yang masih bergejolak dan belum terlihat menyelesaikan masalah mendasar atas penghormatan, pengakuan, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di wilayah KDT, khususnya atas tanah dan sumber penghidupannya.  Menyikapi persoalan tersebut, tujuh organisasi masyarakat (ormas) Batak menyerukan agar pembangunan di KDT memprioritaskan penyelesaian permasalahan tersebut dan untuk sementara ditunda sebelum pihak pemerintah dan BPODT menyelesaikan konflik masyarakat adat/marga setempat atas tanah adatnya yang sudah didiami secara turun-temurun sebelum negara…

Baca...

Sikap Pengurus YPDT Mengenai Pertemuan Akbar Ketua Umum Marga Batak Se-Jabodetabek

Persoalan

JAKARTA, DanauToba.org — Pertemuan yang rencananya dilaksanakan pada Minggu (29/9/2019) dengan fokus utama “Percepatan Pariwisata Danau Toba Mendunia di Era Pemerintahan Jokowi” mengundang banyak tanya dari Pengurus YPDT (Yayasan Pencinta Danau Toba) dan aktivis GCDT (Gerakan Cinta Danau Toba) baik yang di Jabodetabek maupun di Kawasan Danau Toba (KDT). Termasuk komentar dari beberapa Ketua Umum Marga di Jabodetabek.

Baca...

YPDT Sampaikan Berbagai Persoalan Danau Toba Kepada Presiden

Persoalan

JAKARTA, DanauToba.org ― Berbagai persoalan di Kawasan Danau Toba (KDT) masih belum mampu diselesaikan secara tuntas oleh Pemerintah Daerah (Pemda), baik itu di tingkat kabupaten (ada 7 kabupaten di KDT) maupun di tingkat provinsi Sumatera Utara. Rakyat meragukan kompetensi para pejabat Pemda menuntaskannya. Bahkan satu persoalan pun belum tuntas diselesaikan, misalnya pencemaran lingkungan Danau Toba dan terakhir kekerasan di Sigapiton. Kondisi seperti ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus. Karena itu, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) pada Senin (16/9/2019) berinisiatif menyurati Presiden Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas agar rakyat Indonesia di…

Baca...

Rapat Tim Formatur Pusat Habatakon/Batak Center

Tim Formatur

JAKARTA, DanauToba.org — Maruap Siahaan sebagai Ketua Tim Formatur Pusat Habatakon/Batak Center menyerahkan wewenang tugas pembentukan dan pelantikan Kepengurusan Pusat Habatakon/Batak Center kepada Jerry R. H. Sirait sebagai Ketua Tim Persiapan Pembentukan Pusat Habatakon/Batak Center. Dalam Rapat Tim Formatur Batak Center pada Jumat (10/5/2019) di Sekretariat Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Jakarta, Tim Formatur telah menyerahkan dokumen daftar nama pendiri Batak Center dan daftar Kepengurusannya kepada Tim Persiapan Pembentukan Pusat Habatakon/Batak Center.

Baca...

PT Aquafarm Nusantara Memaksa Masuk dalam Gugatan Aquo Tanpa Legal Standing yang Jelas

Gugatan Aquo

JAKARTA, DanauToba.org ― Kuasa Hukum PT Aquafarm Nusantara (anak perusahaan Regal Springs dari Swiss) sebagai Pemohon Intervensi memaksa untuk masuk sebagai Pihak di dalam Gugatan aquo. Hal ini disampaikannya dalam Sidang lanjutan Organisasi Lingkungan Hidup (OLH) gugatan pencemaran Danau Toba pada Selasa (26/2/2019) pukul 14.00 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Baca...

Sidang Kasus Penganiayaan 2 Aktivis Lingkungan YPDT di Samosir Adalah Melodrama

Kasus Penganiayaan

SAMOSIR, DanauToba.org ― Sidang ketiga Kasus Penganiayaan (baca: Pengeroyokan) dua aktivis lingkungan hidup Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) digelar pada Kamis (21/2/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Balige Cabang Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kasus penganiayaan di lokasi tambang batu Silimalombu, Samosir, milik terdakwa JS tersebut masuk pada agenda mendengarkan keterangan Saksi Korban, Jhohannes Marbun (Sekretaris Eksekutif YPDT).

Baca...

Sidang Lanjutan Gugatan OLH: Dugaan Konspirasi Para Pihak Tergugat dengan PT Aquafarm Nusantara

Aquafarm Nusantara

JAKARTA, DanauToba.org ― Sidang lanjutan Gugatan OLH (Organisasi Lingkungan Hidup) yang diajukan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) berlangsung pada Selasa (12/2/2019) dibuka Pukul 14.30 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang tersebut membahas permohonan PT Aquafarm Nusantara (anak perusahaan Regal Springs dari Swiss) sebagai Tergugat Intervensi, padahal gugatan aquo sama sekali tidak menyentuh kepentingan pemohon. Robert Paruhum Siahaan, S.H, selaku Ketua Tim Litigasi YPDT, menilai tanggapan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Kabupaten Samosir tidak etis dan tidak memiliki dasar yang kuat. Mereka mengijinkan Pemohon Intervensi masuk…

Baca...